KASUS 1
Suatu keluarga binaan di wilayah
kerja puskesmas kelurahan pondok labu terdiri dari kepala keluarga Tn.A, 38
tahun, bekerja sebagai kuli pasar pondok labu dengan penghasilan
Rp.300,000/bulan, istri Tn.A Ny.B 35
tahun mengeluh demam sudah tiga hari, suhu 38,5◦C, TD 120/80 mmHg, HR
100x/menit, badan terasa panas, wajah tampak merah, mukosa mulut/bibir kering,
Ny.B mengatakan tidak mengetahui mengenai penyakit demam yang di deritanya.
Suami Ny.B mengatakan tidak mengetahui mengenai penyakit terhadapnya, hal ini
terlihat dari semua pekerjaan rumah diambil alih oleh suaminya walaupun setelah
itu suaminya harus bekerja kembali, selama demam tindakan yang dilakukan Ny.B
adalah minum obat warung saja dan kompres dingin. Ny.B sadar bahwa saat ini
dirinya sedang sakit tetapi tidak perlu segera di bawa ke puskesmas atau ke
dokter arena biasanya akan sembuh sendiri. Jarak rumah dari puskesmas tidak
terlalu jauh ± 1 kilometer. Pekerjaan sehari-hari Ny.B untuk menambah
penghasilan keluarga dengan mencuci pakaian tetangganya dengan penghasilan
perbulan Rp.150.000,- tinggal di kontrakan berukuran 3 x 6 m2 yang bergandengan
dengan kontrakan lainnya. Ventilasi dan pencahayaan rumah kurang. Secara umum
tetangga Ny.B saling membantu jika salah warga yang sakit/ membutuhkan
pertolongan dan hal ini sudah menjadi cirri khas warga pondok labu. Anak 2
orang masing-masing An.D 8tahun, perawakan kurus dan tidak lincah, kebiasaa
makan jarang dan terlihat pucat, rambut pirang dan tampak pecah – pecah
demikian juga saat di cabut mudah
rontok, turgor kulit jelek. Daya inget An.D juga kurang terlihat dari hasil
raport sekolahnya banyak nilai merahnya. BB : 19Kg. Tn.A dan Ny.B tahu bahwa
anaknya kurang gizi. Hal ini dikatakan oleh Tn.A dan Ny.B karena anaknya selalu
dibawa ke puskesmas untuk berobat agar dapat vitamin dan susu ( satu kotak isi
450 mg ) serta bubur kacang hijau hanya untuk sekali makan. Diagnose dokter
puskesmas dikatakan bahwa An.D kurang gizi. Tetangga Ny.B juga sering membantu
dengan cara memberi susu ( satu kotak isi 450 mg ). Saat ditanya oleh perawat
apakah Ny.B tahu tentang kurang gizi atau tidak ? Ny.B mengatakan bahwa dia
tidak mengetahui sepenuhnya tentang kurang gizi dan yang hanya diketahuinya
adalah bahwa kurang gizi itu tidak nafsu makan dan jarang makan, serta badanya
kurus. Ny.B sadar bahwa ana D saat ini tidak sehat dan perlu segera ditangani
sebab kurang gizi yang dialami An.D sudah 2 tahun. Anak kedua Ny.B adalah An.F
3 tahun, kondisi kesehatan An.F saat ini sedang mengalami sakit batuk pilek dua
dua hari, tampak sesak afas dengan frekuensi nafas 30 x/menit. Warna sputum
hijau dengan konsistensi kental. Waktu perawat datang kerumah Ny.B dan
dilakukan pemeriksaan fisik pada An.F terdapat hasil ronchi positif, tampak
mengguakan otot bantu pernafasan seperti muskulus sterno cledo mastedious dan
muskulus trapezeus. Diagnose sementara anak F adalah ISPA ( Infeksi Saluran
Pernafasan Akut ). Ny.F mengatakan belum memberikan obat apapun pada An.F
selama An.F batuk pilek, demikian juga An.F belum pernah dibawa ke dokter atau
ke puskesmas. Hail ini dikatakan Ny.B karena kondisi An.F sehat-sehat dan
kalaupun saai ini sedang batuk pilek pasti akan sembuh sendiri. Tetangga Ny.B
juga sudah menyarankan kepada Ny.B untuk membawa An.F kepuskesmas.
Ny. B
DS:
|
No
|
Nama
|
Data
Subjektif dan Objektif
|
Diagnosa
|
|
1.
|
Ny. B
(35 tahun)
|
DS:
·
Ny. B mengatakan demam sudah 3
hari
·
Ny. B mengatakan badannya terasa
panas
·
Ny. B mengatakan tidak megetahui
mengenai penyakit demam yang dideritanya
·
Ny. B mengatakan hanya minum obat
warung dan kompres air dingin. Penyakit yang dideritanya akan sembuh sendiri,
tidak perlu ke dokter atau puskesmas
·
Ny. B mengatakan bekerja sebagai
buruh cuci pakaian dengan gaji Rp 150.000 per bulan
·
Ny. B mengatakan selama ia sakit,
semua pekerjaan rumah diambil alih oleh suaminya
DO:
·
Suhu 38,50 C
·
TD 120/80 mmHg
·
HR 100 x/menit
·
Wajah tampak merah
·
Mukosa mulut dan bibir kering
|
Kenaikan suhu tubuh (hipertermi) pada
keluarga Tn. A khususnya Ny. B (35 tahun) b.d KMK mengenal masalah kesehatan
tentang demam
|
|
2.
|
An. D
(8 tahun)
|
DS:
·
Ny. B mengatakan kebiasaan makan
jarang
·
Ny. B mengatakan hasil rapot
banyak merahnya
·
Ny. B mengatakan daya ingat
anaknya kurang terlihat
·
Ny. B mengatakan An. D selalu
dibawa ke puskesmas agar dapat dapat vitamin, susu kotak, bubur kacang hijau
·
Ny. B mengatakan tetangga suka
kasih susu kotak 450mg
·
Ny. B mengatakan An. D kurang
gizi sudah 2 tahun
·
Tn. A dan Ny. B tahu anaknya
kurang gizi
DO:
·
Perawakan kurus & tidak
lincah
·
Rambut berwarna pirang &
tampak pecah-pecah, saat dicabut mudah rontok
·
Turgor kulit kurang
·
Tn. A dan Ny. B mengetahui kurang
gizi, kurang nafsu makan & jarang makan
·
Muka tampak pucat
·
BB: 19 Kg
·
Diagnosa dokter: kurang gizi
|
Gangguan pemenuhan nutrisi: Kurang
dari kebutuhsn pada keluarga Tn. A khususnya An. D (8 tahun) b. d KMK
mengenal masalah kesehatan anggota keluarga mengenai kurang gizi
|
|
3.
|
An. F
(3 tahun)
|
DS:
·
Ny. B mengatakan anaknya sakit
batuk pilek sudah 2 hari
·
Ny. B mengatakan An. F belum
pernah dibawa ke dokter/puskesmas, penyakitnya akan sembuh sendiri
·
Ny. B mengatakan An. F belum
diberi obat apapun
·
Tetangga menyarankan untuk dibawa
ke puskesmas
DO:
·
Tampak sesak nafas
·
RR: 30x/menit
·
Warna sputum: hijau, konsisten
kental
·
Hail pemfis: ronchi (+)
·
Tampak menggunakan otot bantu
pernafasan
·
Ventilasi & pencahayaan rumah
kurang
·
Diagnosa sementara: ISPA (Infeksi
Saluran Pernafasan Akut)
|
Bersihan jalan nafas tidak efektif:
Penumpukan secret pada keluarga Tn. A
khususnya An. F (3 tahun) b. d KMK mengambil keputusan untuk menangani
penyakit batuk pilek
|
0 komentar:
Posting Komentar