CLICK HERE FOR FREE BLOG LAYOUTS, LINK BUTTONS AND MORE! »

Senin, 07 Oktober 2013

SISTEM KOMUNITAS I: DIAGONSA KEPERAWATAN KELUARGA

KASUS 1

            Suatu keluarga binaan di wilayah kerja puskesmas kelurahan pondok labu terdiri dari kepala keluarga Tn.A, 38 tahun, bekerja sebagai kuli pasar pondok labu dengan penghasilan Rp.300,000/bulan, istri Tn.A  Ny.B 35 tahun mengeluh demam sudah tiga hari, suhu 38,5◦C, TD 120/80 mmHg, HR 100x/menit, badan terasa panas, wajah tampak merah, mukosa mulut/bibir kering, Ny.B mengatakan tidak mengetahui mengenai penyakit demam yang di deritanya. Suami Ny.B mengatakan tidak mengetahui mengenai penyakit terhadapnya, hal ini terlihat dari semua pekerjaan rumah diambil alih oleh suaminya walaupun setelah itu suaminya harus bekerja kembali, selama demam tindakan yang dilakukan Ny.B adalah minum obat warung saja dan kompres dingin. Ny.B sadar bahwa saat ini dirinya sedang sakit tetapi tidak perlu segera di bawa ke puskesmas atau ke dokter arena biasanya akan sembuh sendiri. Jarak rumah dari puskesmas tidak terlalu jauh ± 1 kilometer. Pekerjaan sehari-hari Ny.B untuk menambah penghasilan keluarga dengan mencuci pakaian tetangganya dengan penghasilan perbulan Rp.150.000,- tinggal di kontrakan berukuran 3 x 6 m2 yang bergandengan dengan kontrakan lainnya. Ventilasi dan pencahayaan rumah kurang. Secara umum tetangga Ny.B saling membantu jika salah warga yang sakit/ membutuhkan pertolongan dan hal ini sudah menjadi cirri khas warga pondok labu. Anak 2 orang masing-masing An.D 8tahun, perawakan kurus dan tidak lincah, kebiasaa makan jarang dan terlihat pucat, rambut pirang dan tampak pecah – pecah demikian  juga saat di cabut mudah rontok, turgor kulit jelek. Daya inget An.D juga kurang terlihat dari hasil raport sekolahnya banyak nilai merahnya. BB : 19Kg. Tn.A dan Ny.B tahu bahwa anaknya kurang gizi. Hal ini dikatakan oleh Tn.A dan Ny.B karena anaknya selalu dibawa ke puskesmas untuk berobat agar dapat vitamin dan susu ( satu kotak isi 450 mg ) serta bubur kacang hijau hanya untuk sekali makan. Diagnose dokter puskesmas dikatakan bahwa An.D kurang gizi. Tetangga Ny.B juga sering membantu dengan cara memberi susu ( satu kotak isi 450 mg ). Saat ditanya oleh perawat apakah Ny.B tahu tentang kurang gizi atau tidak ? Ny.B mengatakan bahwa dia tidak mengetahui sepenuhnya tentang kurang gizi dan yang hanya diketahuinya adalah bahwa kurang gizi itu tidak nafsu makan dan jarang makan, serta badanya kurus. Ny.B sadar bahwa ana D saat ini tidak sehat dan perlu segera ditangani sebab kurang gizi yang dialami An.D sudah 2 tahun. Anak kedua Ny.B adalah An.F 3 tahun, kondisi kesehatan An.F saat ini sedang mengalami sakit batuk pilek dua dua hari, tampak sesak afas dengan frekuensi nafas 30 x/menit. Warna sputum hijau dengan konsistensi kental. Waktu perawat datang kerumah Ny.B dan dilakukan pemeriksaan fisik pada An.F terdapat hasil ronchi positif, tampak mengguakan otot bantu pernafasan seperti muskulus sterno cledo mastedious dan muskulus trapezeus. Diagnose sementara anak F adalah ISPA ( Infeksi Saluran Pernafasan Akut ). Ny.F mengatakan belum memberikan obat apapun pada An.F selama An.F batuk pilek, demikian juga An.F belum pernah dibawa ke dokter atau ke puskesmas. Hail ini dikatakan Ny.B karena kondisi An.F sehat-sehat dan kalaupun saai ini sedang batuk pilek pasti akan sembuh sendiri. Tetangga Ny.B juga sudah menyarankan kepada Ny.B untuk membawa An.F kepuskesmas.

Ny. B
DS:
No
Nama
Data Subjektif dan Objektif
Diagnosa
1.
Ny. B
(35 tahun)
DS:
·         Ny. B mengatakan demam sudah 3 hari
·         Ny. B mengatakan badannya terasa panas
·         Ny. B mengatakan tidak megetahui mengenai penyakit demam yang dideritanya
·         Ny. B mengatakan hanya minum obat warung dan kompres air dingin. Penyakit yang dideritanya akan sembuh sendiri, tidak perlu ke dokter atau puskesmas
·        Ny. B mengatakan bekerja sebagai buruh cuci pakaian dengan gaji Rp 150.000 per bulan
·        Ny. B mengatakan selama ia sakit, semua pekerjaan rumah diambil alih oleh suaminya

DO:
·        Suhu 38,50 C
·        TD 120/80 mmHg
·        HR 100 x/menit
·        Wajah tampak merah
·        Mukosa mulut dan bibir kering
Kenaikan suhu tubuh (hipertermi) pada keluarga Tn. A khususnya Ny. B (35 tahun) b.d KMK mengenal masalah kesehatan tentang demam
2.
An. D
(8 tahun)
DS:
·         Ny. B mengatakan kebiasaan makan jarang
·         Ny. B mengatakan hasil rapot banyak merahnya
·         Ny. B mengatakan daya ingat anaknya kurang terlihat
·         Ny. B mengatakan An. D selalu dibawa ke puskesmas agar dapat dapat vitamin, susu kotak, bubur kacang hijau
·         Ny. B mengatakan tetangga suka kasih susu kotak 450mg
·         Ny. B mengatakan An. D kurang gizi sudah 2 tahun
·         Tn. A dan Ny. B tahu anaknya kurang gizi

DO:
·         Perawakan kurus & tidak lincah
·         Rambut berwarna pirang & tampak pecah-pecah, saat dicabut mudah rontok
·         Turgor kulit kurang
·         Tn. A dan Ny. B mengetahui kurang gizi, kurang nafsu makan & jarang makan
·         Muka tampak pucat
·         BB: 19 Kg
·         Diagnosa dokter: kurang gizi
Gangguan pemenuhan nutrisi: Kurang dari kebutuhsn pada keluarga Tn. A khususnya An. D (8 tahun) b. d KMK mengenal masalah kesehatan anggota keluarga mengenai kurang gizi
3.
An. F
(3 tahun)
DS:
·         Ny. B mengatakan anaknya sakit batuk pilek sudah 2 hari
·         Ny. B mengatakan An. F belum pernah dibawa ke dokter/puskesmas, penyakitnya akan sembuh sendiri
·         Ny. B mengatakan An. F belum diberi obat apapun
·         Tetangga menyarankan untuk dibawa ke puskesmas

DO:
·         Tampak sesak nafas
·         RR: 30x/menit
·         Warna sputum: hijau, konsisten kental
·         Hail pemfis: ronchi (+)
·         Tampak menggunakan otot bantu pernafasan
·         Ventilasi & pencahayaan rumah kurang
·         Diagnosa sementara: ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut)
Bersihan jalan nafas tidak efektif: Penumpukan secret  pada keluarga Tn. A khususnya An. F (3 tahun) b. d KMK mengambil keputusan untuk menangani penyakit batuk pilek

0 komentar:

Posting Komentar